Modus, Aspek, dan Kala (MK Linguistik)
KATA PENGANTAR
Segala puji dan
syukur serta keagungannya tertuju kepada Allah SWT yang telah menurunkan
Al-Qur`an sabagai petunjuk bagi umat manusia. Al-Qur`an adalah warisan tertulis
yang ditinggalkan oleh Rasulullah SAW menjadi tujuan bagi umatnya .
Salawat dan salam
semoga tetap terlimpahkan kepada Rasulullah SAW, yang telah membimbing dan
mengarahkan umatnya kejalan kehidupan yang penuh cahaya, dan sebagai sosok yang
selalu meneladankan kebijaksanaan dalam segala linea kehidupan.Juga salawat dan
salam kepada keluarga Rasul, sahabat dan para ulama penurus perjuangan dan
tradisi keislaman.
Tidak
lupa kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah
berkonstribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya. Dan
harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman untuk
kedepannya kesempurnaan makalah ini.
Lhokseumawe,
6 Desember 2018.
Penyusun.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................... 1
DAFTAR ISI.................................................................................................. 2
BAB
I PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG MASALAH................................................... 3
B. RUMUSAN
MASALAH................................................................... 4
C. TUJUAN
PENULISAN..................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
MODUS, ASPEK, DAN KALA.................................................................... 5
1. DEFINISI
MODUS, JENIS-JENIS MODUS, CONTOH MODUS.. 5
2. DEFINISI
ASPEK, JENIS-JENIS ASPEK, CONTOH ASPEK....... 6
3. DEFINISI
KALA.,CONTOH KALA................................................ 7
BAB III PENUTUP
1. KESIMPULAN
................................................................................. 8
2. DAFTAR
PUSTAKA........................................................................ 9
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang Masalah
Secara universal,
bahasa digunakan sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu, bahasa menjadi unsur
yang sangat penting untuk keberlangsungan interaksi antarmanusia. Dalam
interaksi tersebut terjadi transfer ilmu pengetahuan, kebudayaan, nilai-nilai,
dan norma-norma yang berlangsung melalui media bahasa. Bahasa tersebut disampaikan
oleh seseorang melalui tuturan kepada lawan bicara baik secara lisan maupun
secara tertulis, sehingga lawan bicara tersebut dapat menangkap maksud dari
pembicara.
Dalam tuturan
suatu bahasa terkandung kontur temporal tentang keadaan, tindakan, dan sikap
pembicara. Unsur-unsur gramatikal yang menghubungkan kontur temporal dengan
sikap pembicara merupakan kategori kala, aspek, dan modus (Hopper, 1982: 3
dalam T. Fatimah Djajasudarma). Menurut Verhaar (2001: 239), kala menunjukkan
waktu keadaan atau tindakan yang diungkapkan oleh verba dalam hubungan dengan
saat penuturan. Aspek menunjukkan segi arti verba yang berkaitan dimulainya,
berlangsungnya, terjadinya, diulang tidaknya, atau adanya hasil tidaknya, dari
keadaan atau tindakan tersebut. Sedangkan modus mengungkapkan sikap penutur
terhadap apa yang dituturkan, maksud sikap kepastian, kesangsian, pertanyaan,
pengingkaran, dan pandangan tentang nyata tidaknya dari apa yang
diungkapkan verba. Dapat dilihat bahwa
pemakaian bentuk kala, aspek, dan modus bergantung pada verba yang dapat
menyatakan makna tuturan tersebut. Comrie (1976: 3) dalam Djajasudarma (1996:
26) menyatakan aspek sebagai cara memandang struktur temporal intern suatu
situasi. Situasi dapat berupa keadaan, peristiwa, dan proses. Peristiwa dapat
dikatakan dinamis jika dipandang secara keseluruhan, dari awal, pertengahan,
hingga akhir suatu peristiwa yang terjadi (perfektif). Sedangkan proses
bersifat dinamis jika dipandang sedang berlangsung (imperfektif).
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang diatas, dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut
1. Apa
pengertian dari modus, aspek, dan kala?
2. Apa
saja bagian-bagian modus, aspek, dan kala?
3. Apa
saja contoh-contoh modus, aspek dan kala?
C.Tujuan
Penulisan
Bedasarkan dari rumusan masalah tersebut, mendapatkan
tujuan dari penulisan sebagai berikut:
1. Untuk
mengetahui Pengertian Modus,kala dan aspek.
2. Untuk
mengetahui bagian-bagian modus, aspek, kala.
3. Untuk
mengetahui contoh-contoh modus,aspek, kala.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Modus, Aspek, dan Kala,
1. Modus
Modus
adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut
tafsiran si pembicara atau sikap pembicara tentang apa yang diucapkannya. Ada
beberapa macam modus, antara lain:
1)
Modus indikatif atau
modus atau modus deklaratif, yaitu modus yang menunjukan sikap objektif atau
netral;
Contoh: Budi memakan apel,
Ibu memasak di dapur,
Kakak mencuci piring.
2)
Modus optatif, yaitu
modus yang menunjukan harapan atau keinginan;
Contoh: Semoga Ia berhasil,
Saya ingin sukses,
Berharap yang terbaik.
3)
Modus imperatif, yaitu
modus yang menyatakan perintah, larangan, atau tegahan;
Contoh: Lemparkan benda itu ke arah ku!
Jangan sentuh barang itu
Mereka tidak dapat mencegah kemauannya.
4)
Modus interogatif, yaitu
modus yang menyatakan pertanyaan;
Contoh: kapan anda berangkat ke kampus?
Mengapa hal itu bisa terjadi?
Apakah bisa dikerjakan ?
5)
Modus obligatif, yaitu
modus yang menyatakan keharusan;
Contoh:
Kamu harus bersedia
Kamu harus lulus ujian
Kamu harus tepati janji
6)
Modus desideratif, yaitu
modus yang menyatakan keinginan atau kemauan;
Contoh:
Saya mau belajar
Saya mau berhasil
Saya ingin membaca koran itu
7)
Modus kondisional, yaitu
modus yang menyatakan persyaratan.
Contoh:
Andaikata kamu datang tepat waktu kita akan naik pesawat
2. ASPEK
Aspek
adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal di dalam suatu
situasi, keadaan, kejadian, atau proses. Berbagai macam aspek, antara lain:
1)
Aspek kontinuatif, yaitu
yang menyatakan perbuatan terus berlangsung;
Contoh:
Sholat lima waktu,
Bagaimanapun ia mencintai
suaminya,
Orang tua yang mencintai anaknya.
2) Aspek
inseptik, yaitu yang menyatakan peristiwa atau kejadian baru mulai;
Contoh:
Diapun menulis karangan,
Diapun berjalanlah.
3)
Aspek progresif, yaitu
aspek yang menyatakan perbuatan sedang berlangsung;
Contoh:
Dita sedang membaca komik,
Dia sedang duduk.
4)
Aspek repetitif. Yaitu
yang menyatakan perbuatan itu terjadi berulang-ulang;
Contoh:
Ibu mengiris bawang merah,
Dia memukuli adiknya.
5)
Aspek perfektif, yaitu
yang menyatakan perbuatan sudah selesai;
Contoh:
Ia telah selesai mengirim foto,
Ia telah selesai mencuci piring.
6)
Aspek imperfektif, yaitu
yang menyatakan perbuatan yang berlangsung sebentar,
Contoh:
ia menduduki kursi ayahnya,
Ia menulis surat.
7)
Aspek sesatif, yaitu yang
menyatakan perbuatan berakhir.
Contoh:
Polisi telah menagkap pencuri itu.
3. Kala
Kala
atau tenses adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya
yang disebutkan dalam predikat. Kala lazimnya menyatakan waktu sekarang,lampau,
dan akan datang. Kala itu secara morfemis artinya, pernyataan kala ditandai
dengan bentuk kata tertentu pada verbanya. Dalam bahasa Indonesia banyak orang
mengelirukan konsep kala dengan konsep keterangan waktu sebagai fungsi
sintaksis; sehingga mereka mengatakan kata sudah,sedang dan akan adalah
keterangan waktu.Padahal keterangan waktu dan lainnya pada fungsi sintaksis
memberi keterangan keseluruhan kalimat.Posisinya dapat dipindah keawal kalimat
atau lainnya; sedangkan kala terikat pada predikatnya.Ada satu kekeliruan
lagi,yaitu dalam tata bahasa tradisional istilah keterangan digunakan untuk dua
konsep,yaitu konsep fungsi sintaksis dan konsep kategori sintaksis,maka
konstruksi seperti dirumah,kemarin dulu,dan nanti malam disebut berkategori
kata keterangan (adverbia).Ketiganya dapat mengisi fungsi keterangan tetapi
bukan keterangan (adverbial).
Contoh : Pak Lurah itu sudah mandi,
Pak Lurah itu sedang mandi,
Pak Lurah Itu akan mandi.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Ketiga unsur
tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya di karenakan Modus adalah
pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si
pembicara atau sikap pembicara tentang apa yang diucapkannya. Sedangkan aspek
adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal di dalam suatu
situasi, keadaan, kejadian, atau proses. Dan kala atau tenses adalah informasi
dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya yang disebutkan dalam predikat.
Daftar Pustaka
Chear,Abdul. 2013. Linguistik
Umum. Jakarta : Rineka Cipta.
Komentar
Posting Komentar